Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nullam eu est quis enim commodo aliquet. Vestibulum eleifend venenatis massa. Curabitur rutrum accumsan felis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas. Phasellus ut augue eu purus iaculis viverra. Maecenas vehicula dictum diam.

Read More

Pentingnya Kehormatan Diri

Beberapa minggu yang lalu, saya melihat tayangan film berisikan biografi singkat dari Mahatma Gandhi hasil kreasi BNCC. Sebagai Binusian, kita harus bangga oleh kreativitasnya,kan? Ada baiknya membuat cerita singkat bermakna ini.

Dari biografi tsb, dijelaskan bagaimana rasa hormat kepada orang lain dimulai dari rasa hormat terhadap diri-sendiri. Mahatma Gandhi ialah salah satunya. Mohandas Karamchand Gandhi pada mulanya adalah seorang pengacara kecil tak dikenal, khususnya oleh rakyat Afrika Selatan. Pada pengadilan perdananya disana, ia membela haknya untuk tetap memakai sorban, menunjukkan ia punya “prestige”. Sayangnya, ia merasa dipermalukan sehinggga ia meninggalkan ruang sidang dengan marah.

Bahkan ketika ia naik kereta pun, ia didorong keluar oleh seorang konduktor yang melihatnya duduk bersama orang-orang Eropa. Lalu, ia dibiarkan menggigil di ruang tunggu stasiun dalam kedinginan. Keesokan harinya, ia pun diperlakukan tidak adil dengan duduk di gerbong masinis dan si konduktor di gerbong penumpang,lagi disuruh duduk di pijakan naik KA agar si konduktor dapat merokok di tempat duduknya Gandhi. Sungguh tidak adil baginya hingga ia dipukuli oleh si konduktor saat Gandhi menolak perintahnya.

Ia dapat hikmah dari pengalamannya ke Pretoria, yaitu seberapa banyak penghinaan yg diterima, yang penting ada “self-respect”, dan bersyukur atas pengalamannya diperlakukan hina sebab hal tersebut dapat dijadikan titik balik baginya nanti.

Saat Ia menjadi pemimpin Indian Ambulance Corps, anggotanya terdiri dari berbagai kelas sosial dan agama, menunjukkan seorang Mahatma Gandhi mempunyai “self-respect” terhadap anggota. Sukarelawan Corps tersebut rela berkorban untuk menolong orang lain yang memiliki prasangka terhadap mereka dan yang menolak untuk menghargai hak orang India yang rela berkorban untuk mereka.

Selama hidupnya, Gandhi tinggal bersama orang-orang yg miskin di lingkungan kumuh, dimana mereka disebut “the untouchables” oleh orang India lainnya. Tak seperti orang India lainnya, Gandhi tetap hormat dan peduli kepada mereka. Bahkan, Ia bersedia memindahkan pengikutnya ke rumah-rumah terdekat saat mereka dikucilkan oleh komunitas orang India di sekitarnya.

Gandhi dibunuh oleh kaum nasionalis Hindu oleh sebab ketidaksukaan pada kaum India muslim. Ia meninggal dunia pada 30 Januari 1948 di usia 78 tahun. Ia adalah Bapak Anti-Kekerasan dan juga pembela kebebasan di India. Oleh jasanya yang mulia itu, Ia menginginkan kebebasan yang harap kita lihat di dunia. Semua ini, berawal dari “self-respect”. Semoga ini bermanfaat. Terima Kasih!

Tags:

Filed under:Binusian Blog

Leave a Reply