KEPEDULIAN MEMBAWA KESELAMATAN
Posted February 27th, 2010 by andryrinaldiDari sebuah cuplikan cerita mengenai “KEPEDULIAN” dimana menceritakan seekor tikus gelisah bahwa ada perangkap tikus yg hampir merenggut nyawanya, banyak kesimpulan yg didapat dari cerita ini, dimana si tikus dihiraukan teman-temannya di satu peternakan mengenai perangkap tikus tsb. Tikus ini pantang menyerah meminta bantuan teman-temannya sebab ia ingin selamat. Alhasil, si tikus pulang, dengan patah hati, kesal, sedih, dan sendiri. Sungguh kasihan si Tikus tsb.
Begitu malam tiba, terdengar bunyi gema di seluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus berhasil menangkap mangsa, tapi nyatanya yang terjebak adalah seekor ular berbisa. Sang istri petani pergi melihat apa yang terjadi, tapi malangnya ia terkena gigitan ular tersebut jatuh sakit, lalu dibawa ke rumah sakit.
Begitu sang Istri tersebut kembali ke rumah, kondisi tubuhnya menggigil & demam. Tak seperti teman-teman si tikus (kambing, ayam, & sapi), suaminya memberikan sup ayam hangat kepada sang istri dimana ayam ternaknya disembelih untuk dijadikan bahan supnya. Tapi sang istri tak langsung sembuh. Lalu sang suami terpaksa membuat gulai kambing, yg didapat dari ladangnya, untuk memberikan makanan kepada tetangga yg datang membesuk sang Istri. Tapi, itupun tak cukup, sang Istri akhirnya meninggal dunia. Suaminya terpaksa membuat penganan dari daging sapi hasil ternakannya bagi yang datang melayat.
Di akhir cerita, semua orang berduka di pemakaman atas nasib buruk yg ditimpa sang Istri dan si tikus pun menangis pada teman-temannya yang telah meninggal oleh sebab sikap acuh-tak-acuh mereka terhadap peringatan bahaya yang menimpa si tikus.
Dalam cerita tersebut, kita diajarkan untuk tidak menyepelekan masalah sekecil apapun, sebab masalah kecilpun dapat berubah menjadi masalah besar, begitu juga dengan hal-hal lain. Kita pun harus peka terhadap masalah orang lain, jangan anggap enteng setiap perkara yang ada. Kita pun harus peduli dengan sesama sebab kita adalah makhluk sosial, seperti yang Tuhan ajarkan bahwa kita dilahirkan di dunia ini untuk “mewartakan kebaikan“. Semua masalah tentu ada solusinya asal kita membuka mata, telinga, hati, dan pikiran kita. Kemudian, ingatlah bahwa kepedulian kita memberi arti kepada orang lain, dan niscaya pahala kita besar dikala kita tutup usia nanti di akhirat.
Tags: Character Building
Leave a Reply